4 Pesona Desa Wisata Gamplong yang Memukau

Bagi kamu yang punya rencana berlibur ke wilayah Yogyakarta, bisa banget nih mampir ke desa wisata gamplong. Di sini, kalian akan menemukan berbagai pesona wisata yang sangat lengkap. Mulai dari budaya, keindahan alam, kuliner bahkan sejarah.

Desa yang berada di Kecamatan Moyudan, Desa Sumberrahayu Sleman ini memang sangat menawan. Bagaimana tidak, ditempat ini kalian bisa menikmati berbagai destinasi, terlebih yang suka eksis di depan kamera. Banyak spot instagramable dan sangat cocok buat bergaya.

Pesona Desa Wisata Gamplong

1. Studio Mini Ala Hollywood

Kamu bisa mengekspor berbagai tempat untuk diabadikan menggunakan kamera maupun smartphone. Gamplong juga dikenal sebagai mini Hollywood ala studio alam karena terdapat tempat lokasi syuting film Sultan Agung.

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan studio alam ini mampu menarik minat wisatawan untuk datang dan menikmati gambaran pedesaan di era tahun 1600-an.

Berbagai bangunan yang sarat akan sejarah, seperti keraton Mataram, kampung kecil yang terdiri dari rumah jawa yang berdindingkan bambu, dan kampung Belanda serta replikasi kali ciliwung juga begitu nampak nyata di pada studio ini.

Bangunan yang ada dalam studio alam itu, sekarang seperti menjadi sebuah perkotaan yang berdiri sendiri karena sangat khas dengan nuansa film kolosal. Dulu sebelum adanya pandemi, desa Gamplong memang tidak pernah sepi pengunjung, namun kini sudah berbeda.

Perlu ada campur tangan pemerintah, khususnya dari pihak parekraf untuk menyiasati agar desa Gamplong bisa kembali bangkit dan bisa menjadi salah satu destinasi wisata yang digemari di Yogyakarta.

2. Museum Bumi Manusia

Tidak hanya terbatas pada studio alam, namun juga ada museum bumi manusia. Ini adalah rumah dari Nyai ontosoroh dan Annelies Mellema yang ada dalam novel Bumi Manusia. Nama tersebut diambil dari judul novel Bumi Manusia.

Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang memang kampung halamannya di Yogyakarta. Desain rumah dan interiornya sangat unik dan menyimpan berbagai kenangan bagi para pecinta Novel Pramoedya Ananta Toer. Tempat ini tidak hanya indah tapi memiliki history tersendiri bagi para penggemar.

Para pengunjung hanya boleh menghabiskan waktu 30 menit di dalam museum dengan kapasitas maksimal 10 orang. Hal ini dilakukan karena kondisi museum yang belum memungkinkan untuk menampung banyak pengunjung di waktu yang bersamaan.

3. Pusat Kerajinan Tenun

Desa Gamplong juga merupakan pusat kerajinan tenun. Yang paling dikenal adalah alat produksi tanpa mesin dan di jaman dulu di buat lagu dengan judul ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Nggak tahu ya sekarang masih pada tahu nggak nih sama lagu lawas itu?

Industri tenun sudah ada sejak lama di tahun 1950an, tepatnya di desa Sumberrahayu. Dengan seiring bergantinya teknologi, modifikasi ATBM diganti menjadi lebih modern agar banyak yang mau meneruskan membuat kain tenun.

Para wisatawan yang berkunjung, juga banyak yang mau belajar membuat kain tenun dari warga sekitar. Bahkan ada beberapa wisatawan yang rela menginap untuk bisa belajar menenun dan menikmati keindahan alam Gamplong.

Ini bisa jadi agenda yang perlu diupayakan oleh beberapa pihak. Wisatawan yang ingin menginap tidak perlu harus pergi ke hotel, tapi bisa ikut tinggal di rumah-rumah warga. Tidak perlu khawatir soal keamanan, warga desa pasti akan menjamin keamanan dan keselamatan para wisatawan yang menginap.

4. Sumber Air yang Melimpah

Meskipun tidak ada pada lokasi yang sangat tinggi, hanya 90 meter di atas permukaan laut, namun desa ini memiliki sumber air yang sangat melimpah. Tingginya curah hujan, membawa dampak besar bagi tampungan air di desa ini.

Ditunjang dengan lokasi geografis desa yang merupakan material vulkanik Merapi, sangat membantu untuk keluarnya air tanah tanpa harus repot melakukan pengeboran. Akses air bersih untuk aktivitas warga bisa terpenuhi dengan sumber air yang melimpah ruah.

Ini tentu juga jadi daya tarik masyarakat yang mau mengunjungi desa Gamplong karena ketersediaan air melimpah, sehingga tidak akan mengalami kekeringan.

Desa yang Dekat dengan Tempat Wisata Lainnya

Lokasi tempat wisata ini kurang lebih satu jam perjalanan dari pusat kota Yogyakarta, jika ditempuh menggunakan kendaraan bermotor. Apabila ingin berkunjung ke tempat ini, kamu juga bisa merencanakan ke lokasi lainnya karena lokasinya saling berdekatan.

Tempat wisata yang lokasinya ada di satu tempat akan lebih memudahkan karena sekali jalan, sehingga bisa lebih irit ongkos perjalanan. Desa wisata memang sudah banyak ada di berbagai wilayah di Indonesia.

Terlebih bagi tempat yang memiliki keindahan alam dan kebudayaan lokal yang menarik, pasti memiliki desa adat yang dijunjung tinggi dan perlu dilestarikan.

Keberadaan desa wisata Gamplong ini juga sangat perlu dikembangkan menjadi lebih baik. Sudah ada pemandangan alam yang indah, kearifan lokal yang dijaga, serta berbagai kelebihan lain seperti studio mini dan museum bumi manusia, diharapkan bisa mengajak semua kalangan untuk mengunjunginya.