Cara Mudah Usaha Tambak Udang

Udang merupakan sejenis makhluk yang hidup di air dan banyak dikonsumsi oleh rakyat sebagai bahan pangan. Cita rasa yang gurih dan lezat sehingga menjadikan udang banyak diolah sebagai lauk pauk maupun cemilan. Namun siapa sangka ternyata udang berasal dari usaha tambak udang yang diterapkan di tambak-tambak petani udang?

Untuk berbudidaya udang memang susah-susah gampang, tergantung dari tingginya keseriusan yang dimiliki. Karena banyak yang penasaran mengenai cara berbudidaya udang, maka berikut ini akan diberikan penjelasan mengenai cara-caranya:

1. Pilih Jenis Udang

Terdapat banyak jenis udang yang ada di alam bebas, namun untuk dibudidayakan hanya ada beberapa jenis tertentu saja yang cocok. Udang yang dibudidayakan biasanya adalah udang yang bergizi dan memiliki nilai ekonomis. Berikut ini adalah jenis udang yang biasa dibudidayakan:

  • Udang Vaname, memiliki kulit tubuh yang dilapisi kulit tipis keras berwarna kekuningan dan kaki yang berwarna putih.

  • Windu, memiliki kulit tebal, corak tubuh garis kecoklatan dengan tubuh warna hijau atau merah dan perawakan besar.

  • Udang Galah, memiliki jenis warna tubuh hijau kecoklatan, kuning kecoklatan atau hijau kebiruan dan tubuhnya gemuk.

2. Lokasi Tambak Udang

Biasanya lokasi untuk usaha tambak udang berada di wilayah pantai. Hal ini dikarenakan pantai memiliki keistimewaan berupa tekstur berpasir dan liat sehingga dapat menahan air yang datang, karena tanah mudah dipadatkan.

Selain itu, udang perlu dibudidayakan di dalam air payau yang memiliki suhu di atas 26 derajat Celcius. Buatlah lahan yang digunakan mampu menyediakan tempat untuk saluran keluar dan masuk air. Hal ini untuk mendukung proses ternak udang sampai masa panen terjadi.

Info Lainnya : 7 Bisnis Budidaya Unik yang Menguntungkan

3. Persiapan Tambak Udang

Untuk mempersiapkan tambak udang sendiri harus memperhatikan bentuknya. Biasanya bentuk dari tambak udang adalah persegi panjang. Bentuk fisik dari tambak udang dipengaruhi oleh faktor biaya dan syarat pemenuhan konstruksi yang maksimal.

Persyaratan yang harus dipenuhi adalah penyediaan saringan, pencegah udang keluar dari saringan, tanggul dan pengarah pintu air. Setiap persyaratan harus mampu dipenuhi agar budidaya udang bisa berjalan dengan baik.

4. Penyebaran Benih Udang

Penebaran benih udang dilakukan di sore atau malam hari. Apabila semua benih udang sudah ditebar dengan baik, maka lakukan pemantauan terhadap tambak udang. Pastikan hama pengundang penyakit sudah dibasmi supaya pertumbuhan udang maksimal.

Ada pula beberapa hewan yang harus dijauhkan kontaknya dengan si udang. Hewan tersebut diantaranya adalah ular, kura-kura, kepiting, kerapu, siput hingga ikan mujair. Lakukan pemantauan secara berkala agar kondisi budidaya bisa berjalan lancar.

5. Pemberian Pakan

Benih udang membutuhkan asupan makanan, oleh sebab itu jangan lupa untuk diberi pakan secara teratur. Pakan alami biasanya berupa zooplankton dan diatome, ini bisa didapatkan langsung di alam.

Ada pula cara yang lebih simpel adalah dengan menaburkan pupuk organik seperti TSP, NPK, dan Urea di tambak udang. Maka pakan akan secara alami muncul dalam jangka waktu seminggu yang ditandai dengan warna air kecoklatan.

6. Pengolahan Udang

Pengolahan udang dilakukan sampai masa panen. Berikan pakan secara teratur dengan menggunakan pelet udang. Ketika udang sudah berusia dewasa dan mempunyai ciri fisik yang sudah matang, maka bisa dilakukan pemanenan.

Pemanenan dilakukan dengan menguras isi air tambak dan mengambil udang-udang yang dirasa sudah siap panen. Setelah melakukan pemanenan maka selanjutnya adalah melakukan pemasaran udang.

Demikian penjelasan singkat mengenai cara-cara di dalam usaha tambak udang. Pastinya di dalam cara yang sudah dijelaskan di atas merupakan cara yang mudah untuk dilakukan. Banyak orang yang tertarik untuk melakukan budidaya tambak udang ini.

Temukan info menarik lainnya di blog https://www.bangizaltoy.com/