Penggunaan Fumigan untuk Penyimpanan Biji

 

Biji-bijian merupakan hasil pertanian yang memiliki karakteristik segar dan kaya akan nutrisi. Sifat biji tersebut menyebabkan biji-bijian mudah mengalami kerusakan akibat pertumbuhan jamur dan mikroorganisme merugikan lainnya.

 

Setelah proses pemanenan, selanjutnya biji-bijian atau benih akan disimpan di dalam suatu tempat atau gudang. Selama proses penyimpanan ini, perlindungan biji (seed protection) harus sangat diperhatikan agar kualitas biji tidak mengalami penurunan akibat adanya kerusakan oleh faktor dari luar selama penyimpanan.

 

Penyimpanan biji pada gudang

Penyimpanan biji-bijian (grain protection) biasanya dilakukan dengan menggunakan gudang khusus untuk menyimpan biji-bijian dalam jumlah banyak sebelum didistribusikan. Gudang yang digunakan untuk menyimpan biji biasanya berupa bangunan atau gedung khusus yang terletak di suatu lokasi tertentu.

 

Gudang penyimpanan bahan pangan sangat rentan terserang oleh hama seperti serangga maupun hewan lainnya, sehingga dalam penyimpanan biji perlu memperhatikan beberapa faktor agar tetap dapat memberikan perlindungan biji yang terbaik.

 

Kebersihan

Faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan dalam penyimpanan biji di gudang adalah kebersihan. Semua gudang atau ruangan yang digunakan untuk menyimpan komoditas pangan harus memperhatikan sanitasi yang baik untuk mencegah berkembangbiaknya hewan atau serangga yang merupakan hama bagi komoditas yang disimpan.

 

Kebersihan harus dilakukan sejak sebelum biji disimpan di dalam gudang dengan cara membersihkan area gudang dan juga peralatan yang digunakan untuk menyimpan biji.

 

Bersihkan juga segala benda yang memicu timbulnya sarang hama di dalam gudang seperti debu, genangan air, dan kotoran lainnya. Dengan melakukan kebersihan yang baik maka gudang penyimpanan biji dapat membantu dalam memberikan perlindungan biji yang lebih baik.

 

Pendinginan aerasi

Perlindungan biji dapat didukung dengan adanya udara dingin. Biji yang baru dipanen memiliki suhu sekitar 30 derajat Celcius yang merupakan temperatur yang sesuai untuk ditumbuhi berbagai jenis hama.

 

Temperatur gudang harus diatur agar berada pada suhu yang tidak memungkinkan pertumbuhan hama yang optimal. Pendinginan aerasi dapat membantu proses pengaturan suhu yang aman dari pertumbuhan hama di dalam gudang.

 

Aerasi berperan dalam mendinginkan udara di dalam ruang penyimpanan dengan bantuan kipas angin untuk menggerakkan udara di dalam ruangan penyimpanan biji.

 

Suhu gudang yang terlalu panas merupakan suhu yang optimum untuk perkembangbiakan hama seperti serangga khususnya. Hal ini dapat dihindari dengan melakukan aerasi pada ruangan gudang, karena udara panas yang ada akan diputar dengan menggunakan kipas angin, sehingga tidak terjadi pengumpulan udara panas yang berlebih.

 

Penggunaan bahan kimia

Perlindungan biji yang disimpan pada gudang juga dibantu dengan penggunaan bahan kimia seperti fumigan. Bahan kimia yang digunakan untuk melindungi biji yang disimpan di gudang biasanya mengandung fosfin yang merupakan komponen yang sering digunakan untuk mengendalikan hama.

 

Fumigan digunakan untuk pengendalian hama dengan cara mematikan hama atau serangga yang menjadi target pada gudang penyimpanan biji.

 

Proses tersebut disebut juga dengan fumigasi, dimana proses ini membutuhkan teknik khusus dan harus dilakukan oleh orang yang telah ahli atau berpengalaman agar mendapatkan hasil yang maksimal.

 

Dalam memberikan perlindungan biji, harus memperhatikan jumlah penggunaan dosis fumigan yang digunakan untuk menghindari terjadi resistensi hama.

 

Fumigasi gudang biji

Fumigasi digunakan untuk membantu proses perlindungan biji yang disimpan di gudang. Fumigasi dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa macam teknik berdasarkan pengembangan fumigan yang diaplikasikan.

 

Fumigasi gudang

Fumigasi ini memiliki konsep yaitu memfumigasi seluruh area kosong yang ada di seluruh area gudang tanpa memperhatikan barang yang disimpannya.

Teknik fumigasi ini memiliki kelebihan yaitu dapat mematikan seluruh hama ataupun serangga merugikan yang menempel pada dinding-dinding, atap, lantai, dan juga biji yang disimpan yang ada di dalam ruangan penyimpanan.

 

Fumigasi gudang ini memiliki skala pengendalian hama yang besar, sehingga akan memberikan perlindungan terhadap biji yang baik dari serangan hama yang tidak terdeteksi keberadaannya di dalam ruangan gudang.

 

Namun, kekurangan dari teknik fumigasi gudang ini yaitu keterbatasan pada ukuran gudang yang difumigasi, dimana pada gudang yang berukuran cukup besar akan mengalami kesulitan dalam penyediaan jumlah fumigan yang digunakannya.

 

Fumigasi tumpukan berlapis

Perlindungan terhadap biji yang disimpan di gudang juga dapat dilakukan dengan teknik fumigasi tumpukan berlapis. Teknik fumigasi ini yaitu memfumigasi komoditas yang disimpan di dalam karung atau sak yang disusun bertumpuk.

 

Kelemahan dari teknik fumigasi ini yaitu bahan karung yang mudah robek dan rusak serta tidak kedap udara yang mengakibatkan gas fumigasi keluar dan akhirnya proses fumigasi tidak berjalan dengan maksimal.

 

Sistem sirkulasi

Teknik fumigasi sistem sirkulasi akan memberikan perlindungan biji dengan cara mengalirkan gas fumigasi (fosfin) dengan cara memompanya dan mengalirkannya melalui sistem pipa menuju ke biji yang akan difumigasi.

 

Teknik fumigasi ini cukup efektif untuk mendistribusikan fumigan pada silo yang cukup dalam. Teknik fumigasi ini juga dapat diterapkan dengan menggunakan metil bromida yang digunakan untuk treatment silo secara berkala dengan sistem sirkulasi permanen.

 

 

Fumigasi yang efektif

Perlindungan biji melalui teknik fumigasi harus memperhatikan banyak hal karena fumigasi melibatkan bahan kimia yang berbahaya, sehingga harus dilakukan oleh orang yang berpengalaman.

 

Fumigasi yang efektif juga akan melindungi biji dari serangan hama yang merugikan dan akan menghindarkan kerugian bisnis yang besar.

 

Fumigasi yang efektif hanya menggunakan bahan fumigan seperti fosfin dan kondisi silo yang tertutup rapat dan berada pada tekanan yang tepat.

 

Konsentrasi fosfin yang digunakan untuk memberikan perlindungan biji yang efektif juga harus diperhatikan. Konsentrasi fosfin yang digunakan untuk membunuh hama yaitu pada konsentrasi minimum 300 ppm dan digunakan selama 7 hari atau sekitar 200 ppm selama 10 hari.

 

Setelah proses fumigasi selesai, pastikan untuk melakukan ventilasi pada biji minimum selama satu hari dengan kipas angin aerasi atau lima hari jika tidak menggunakan kipas angin aerasi untuk menghindari penumpukan udara panas di dalam ruangan gudang.